Bogalacom

mengulas tentang informasi ,berita, hiburan . olahraga , pendidikan dan beberapa topik lain yang menarik untuk di Baca

maletzke



 Model Maletzke
Model Komunikasi Maletzke adalah model proses komunikasi massa yang menekankan pada 4 komponen utama yaitu: Communicator, message, medium, and receiver. Dalam model ini khalayak didalam melakukan pencarian informasi, disebabkan oleh kebutuhan rasa ini ingin tahu (need cognition) dan gaya intuisi seseorang (personal cognition style). Keterpaan media massa dapat diukur melalui sumber-sumber media massa yang digunakan, curahan waktu untuk penerimaan pesan media, dan jenis pemakaian pesan. Tipologi kebutuhan manusia yang dapat dipenuhi media massa adalah kebutuha hiburan, hubungan personal, identitas pribadi dan pengumpulan informasi.
Menurut Maltzke, khalayak tidak dipengaruhi oleh media massa dalam keadaan kosong. Pesan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari khalayak. Pesan itu disaring berdasarkan keyakinan, sikap, nilai-nilai, dan lingkungan sosialnya.
Gambar Model Maletzke
Schema des Feldes der Maasencommunication
http://3.bp.blogspot.com/-1OBjofJOVIo/TqwrmELLSrI/AAAAAAAAAH0/hC_O0xJXxRU/s1600/maltzke.jpg



    Dari gambar diatas, Maletzke memeprlihatkan secara menyeluruh mengenai komunikasi massa sebagai sebuah proses yang secara psikologis dan sosiologis dengan kompleks sifatnya. Mengandung elemen-elemen tradisional dimana kita menemukan tanda yakni C (Communicator), M (Message), Medium, dan R (Respon). Dalam masing-masing bagian tersebut terdapat hal-hal yang mempengaruhi. Dalam C (Comminicator) terdapat bagian-bagian yang mempengaruhi, yakni:
1.      The Communicator’s self image/ Citra Pribadi Komunikator
Disini dijelaskan bagaimana komunikator memposisikan perannya dalam menyampaikan suatu pesan. Misalnya saja apakah dia sebagai penyampai pesan, penilai atau pengkampanye suatu pesan. Contoh : jika saya menyampaikan pesan tentang korupsi, posisi saya apakah hanya menyampaikan berita tersebut, menilai tentang korupsi atau mengkampanyekan tentang korupsi.
2.      The communicator personality Structure/ Struktur kepribadian komunikator
Bagaimana kepribadian komunikasot mempengaruhi perilakunya. Kepribadian disini maksudnya luas mencangkup berbagai aspek, diantaranya aspek psikologi dan aspek ideology.
3.      The communicator working team/ kerjasama komunikator dalam tim
Seseorang yang bekerja dalam team maka ia harus bisa menempatkan diri atau beradaptasi dengan kelompoknua. Dimana si komunikator harus menanggalkan ego pribadinya karena mungkin tidak sesuai dengan norma teamnya.
4.      The communicator in organization/komunikator didalam organiasasi
Menekankan pada tipe organisasi media yakni: authoritarian lines, capitalist line, and public service line. Misalnya saja seorang reporter menulis berita, maka yang dituntut adalah organisasinya karena kerja reporter sebagai kerja team,.
5.      The communicator’s sosial environment/ lingkungan sosial komunikator
Keanggotaan dalam suatu kelompok memperkuat kepercayaan, perilaku dan nilai-nilai yang dianut oleh individu. Semakin besar dia yakin terhadap kelompoknya semakin banyak pula pesan-pesan yang dia sampaikan dipengaruhi oleh norma-norma yang dianut oleh kelompoknya.
6.      Pressure and constraint caused by the public character of the media content/ tekanan dan paksaan mengenai isi media yang disebabkan oleh karakter publik
Komunikator harus mempertimbangkan pandangan, pendapat, norma-norma, dan nilai-nilai yang sedang berkembang di masyarakat. Pada saat itu komunikator dipengaruhi oleh apa yang diharapkan oleh publik terhadap pesan yang disampaikan publik disini bukan hanya pendengar tapi semua pihak yang berkaitan.
Dalam M (message) dipengaruhi oleh selection and structure of conten/seleksi dan susunan pesan. Hal-hal yang dijelaskan diatas tadi akan mempengaruhi bagaimana komunikator memilih dan menyususn isi dari pesan yang akan desampaikan. Pressure or contraint from the messagge/tekanan atau paksaan dari pesan, dimana informasinya harus dilengkapi dengan informasi lainnya yang menunjang pesan.
Dalam model Maletzke pengaruh medium terhadap komunikator masing-masing memiliki karakter sendiri, yang menentukan apa yang bisa disampaikan dan bagaimana hal itu disampaikan. Sehingga menyampaikan suatu pesan masing-masing medium memiliki batasan yang berbeda.
Model ini menjelaskan tentang R (Receiver) dalam memposisikan perannya sebagai penerima pesan, receiver akan menyeleksi media apa yang dikonsumsinya sesuai denbgan personality dia dan juga kebutuhan yang memotivasi dia, misalnya saja orang yang konservatif kemungkinan besar mendisregard pesan yang berbau liberal, orang bisnis akan mencari berita ekonomi. Seorang receiver juga akan memilih suatu media tertentu berdasarkan apa yang sedang trend atau berkembang dalam kelompok sosialnya/komunitas dia berada. Dimana hal tersebut, sesuai dengan pendekatan dari teori uses & gratification yang menyatakan bahwa seseorang akan mencari berita yang berguna untuk memenuhi kebutuhan dia (yang akan diimplementasikan dalam kelompok). Selain itu juga pesan yang kita terima dari media akan disaring oleh kepercayaan, perilaku, dan nilai-nilai yang kita anut, yang dibentuk dari hasil diskusi/sosial kontak dengan orang-orang dimana kita bersosialisasi.
Dalam model Maletzke pada gambar diatas kita juga dapat melihat pengaruh receiver terhadap media, yakni selection from media content/seleksi dari susunan media ada 3 hal penting dalam pemilihan/penerimaan pesan yakni :
a.       Selective attention, kihta lebih memilih pesan yang kita setujui/inginkan
b.      Selection interpretation, kita hanya akan menginterpretasi pesan sesuia dengan kemampuan komunikasi, perilaku dan posisi sosial budaya serta level pengetahuan kita.
c.       Selective retention, dimana receiver cenderung tidak lagi memberikan perhatian pada pesan yang sudah diketahui atau sudah pernah didengar/dibaca dan cenderung melupakan pesan yang tidak dianggap penting oleh receiver.
Kita juga akan melihat adanya pengaruh medium terhadap receiver dalam model maletzke ini, dimana menutr Maletzke, efek dari media massa sangat luas dan masih menjadi perdebatan, karena ada banyak faktor/variable yang mempengaruhi efek tersebut. Kita harus memastikan bahw kita benar-benar kenal dan paham dengan berbagai pendekatan terhadap efek media. Setiap media selalu memiliki kelebihan-kelibihan dan keterbatasan tertentu. Kemudian the receiver image of medium, dijelaskna bahwa tingkat kepercayaan receiver terhadap media yang akan dikonsumsi. Dimana receiver percaya bahwa berita yang disampaikan oleh media adalah berita yang kredibel dan bisa dipercaya. Dalam Model Maletzke ini feedback dari receiver adalah spontan, merupakan umpan balik langsung dari receiver terhadap komunikator. Seperti dalam acara talkshow TV yang menerima telepon pemirsa dan delay/less spontan feedback sperti di surat kabar.
Posisi Receiver disini memiliki beberapa hal yakni bagaimana receiver memandang komuikator, apakah kredibel dan bisa dipercaya, bagaimana komunikator memandang receiver, apakah khalayak itu intelektual atau berpendidikan rendah, sehingga dalam hal ini baik komunikator maupun receiver mampu saling berhubungan tetapi tidak bisa saling mengontrol
0 Komentar untuk "maletzke"

 
Copyright © 2014 Bogalacom - All Rights Reserved
Template By Catatan Info